Friday, November 16, 2007

Iklan atau publikasi PR ?

Selama ini, mungkin banyak dari kita yang masih bingung membedakan antara iklan dan publikasi yang dibuat bagian Public Relation ( PR ).
Kalo dilihat dari tujuannya, kedua makhluk diatas sama-sama bertujuan mengkomunikasikan kepentingan perusahaan kepada khalayak. Tapi, secara prinsip ada beberapa hal yang membedakan antara iklan dan publikasi yang dibuat PR.
Iklan, terlihat lebih keren dengan tampilan yang lebih menarik dan kreatif. Karena iklan ditayangkan di media dengan membayar. Sedangkan PR menerbitkan publikasi, yang ditayangkan di media tanpa membayar. Rilis pers, konferensi pers,dan bulletin perusahaan adalah beberapa publikasi yang menjadi tanggung jawab PR. Bisa dibilang, PR adalah penghubung perusahaan dengan media.
Selain itu, tugas PR adalah menjadi juru bicara perusahaan kepada masyarakat. Melayani wawancara di televisi atau radio, mengikuti pertemuan resmi antar perusahaan, menghadiri pameran, menyusun berita untuk disampaikan ke media, menangani acara open house perusahaan, dan semua hal yang berkaitan komunikasi perusahaan ke masyarakat.
Jadi, seorang PR harus siap bekerja keras dengan segudang pekerjaan. Punya pikiran yang terbuka, mudah menyesuaikan diri dengan suasana baru dan sebisa mungkin menjalin hubungan yang baik dengan semua pihak
Beberapa perbedaan prinsip iklan dan PR :
  1. Iklan ditayangkan dengan membayar ke media, sedangkan PR harus mengusahakan media menayangkan publikasi perusahaan, tanpa membayar. Publikasi yang dibuat, haruslah memiliki nilai berita yang tinggi ( newsworthy ).
  2. Dengan membayar iklan, kita bisa mengatur tampilan atau bagaimana dan kapan iklan kita ditayangkan. Sedangkan untuk publikasi , tidak bisa mengatur bagaimana dan kapan berita yang kita kirim ditayangkan di media. Sepenuhnya ditentukan oleh pihak media.
  3. Untuk iklan, kita bisa mengusahakan untuk ditayangkan sesering yang diinginkan, menyesuaikan dana yang dianggarkan. Untuk PR, satu berita ditayangkan hanya sekali. Kecuali, berita yang sangat besar dengan pembahasan yang berlanjut.
  4. Dari iklan, pembaca tahu kalo kita sedang menjual sesuatu kepada mereka, dan biasanya timbul ketidakpercayaan pembaca terhadap pesan yang kita sampaikan. Kalau melalui publikasi, pesan kita disampaikan oleh pihak ketiga, sehingga lebih bisa dipercaya oleh pembaca.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...